Notification

×

Iklan Lptopt

Iklan Hp

Presiden

Tag Terpopuler

Pandangan Dian Berlian Tentang Koruptor | Koruptor Adalah Penghianat Bangsa

Selasa, 25 Maret 2025 | 3:23:00 PM WIB Last Updated 2025-03-25T22:23:37Z
    Bagikan Berita ini


DETIK TB SUMSEL | Palembang - Sa'at kita berteriak anti korupsi di seluruh penjuru tanah air dengan gegap gempinta menyerukan " Indonesia darurat korupsi " kita melihat lukisan - lukisan indah penuh Makna yang sangat memilukan hati.

Dimana para mantan Narapidana korupsi, berlomba - lomba dengan bebas mencalonkan diri sebagai kepala daerah, entah itu gubernur, entah itu bupati dan walikota, seolah - olah mereka tanpa dosa.

Sedangkan kita semua tahu mereka itu mantan Narapidana korupsi, mereka dengan nyata pernah mengkhianati bangsa dan negara kita. Kenapa dia bisa dengan bebas mencalonkan diri tanpa seleksi moral dari KPU. atau KPU jaringan yang mereka bangun.....?

Mereka mantan Narapidana korupsi pernah mengkhianati kepercayaan kita sebagai masyarakat masih pantaskah mereka kita pilih....???
Jawab nya ada pada diri kita masing-masing.

Pertanyaan kedua Pantas kah...? Layak Kah... ? Dan patut kah...? Seorang yang rekam jejaknya seorang koruptor jadi pemimpin.
"" Jawabnya Jelas sekali tidak. ""

Coba kita gunakan akal sehat kita, Mereka ( mantan Narapidana korupsi - red ) beaksi diatas panggung politik di sambut ribuan tepuk tangan layaknya artis atau aktor film layar lebar atau penceramah kondang yang suci padahal Meraka kotor menjijikan bagi kita rakyat yang mengerti bahanya penyakit ganas dan menular Namanya "" korupsi """ sedang mengerogoti sendi- sendi bangsa Indonesia.
Lama kelamaan bisa meruntuhkan Negara kita.

Mari kita renungkan sejenak dengan akal dan pikiran sehat, bagaimana mungkin Negara yang sedang berjuang memberantas korupsi, masih memberikan ruang dan kesempatan kepada koruptor ( Mantan Narapidana korupsi - red ) yang notabene Penghianat bangsa bahkan yang paling miris kita memilih nya kembali sebagai pemimpin daerah ini sungguh hal yang sangat memilukan. Hal semacam ini bukan sekedar Pereden buruk penegakan hukum dan sistem pemilu tetapi " tamparan keras bagi wajah hukum dan politik di Indonesia.

Kita sepakat bahwa KORUPSI MUSUH BERSAMA BANGSA INDONESIA. Karena korupsi itu bukanlah pelanggaran hukum biasa namun korupsi itu adalah kejahatan luar biasa' ( extra ordinary crime - red ) yang sangat mematikan bagi sebuah Negara. Dimana rakyatnya bisa mati berlebihan dan menderita kemiskinan serta kelaparan berujung mati berlebihan sungguh ironis.

Memang suka tidak suka hukum di Indonesia masih sangat lemah " tajam kebawah Tumpul ke atas " tidak hanya di bidang korupsi saja bahkan seluruhnya. Dalam proses penegakan hukum APH ( Aparat penegak hukum - red ) menerapkan sistem "" hukum pijak bambu ) kecil di pihak yang besar di angkat "" sehingga koruptor di tangkap dan di adili selalu tersenyum seakan tanpa dosa padahal kita rakyat kecil muak dan jijik melihatnya.

Kita wong cilik ini, memang tak berdaya melawan koruptor berlimpah kekayaan ( yang kita duga kuat hasil konsepsi -;red ) dan punya jaringan partai politik yang  kuat (bisa kita duga jarang korupsi - red ) sehingga mereka ( mantan Narapidana korupsi - red )  bisa bebas bergerak, berkeliaran bertindak dan berbuat bahkan mencalonkan diri sebagai pemimpin suatu kabupaten, provinsi dan kota dan memegang tampuk kekuasaan.
Hanya satu - satunya cara kita melawan nya dengan Tidak memilih mereka ( mantan Narapidana korupsi - red ) lalu jika memilihnya bearti kita memberinya pedagang untuk mebunuh kita dan anak - anak kita.

Di suatu sisi kita bertiak dengan tangan terkepal gantung koruptor......!!!
Hukum mati koruptor....!!!
Tiada maaf bagi koruptor....!!!
Penghianat 

Disisi lain kita dengan tersenyum, kita pilih pemimpin koruptor ( mantan Narapidana korupsi - red ) dengan dalil mereka korban kebijakan, korban politik, korban administrasi,  korban... korban,...dan korban padahal mereka para koruptor adalah PELAKU yang korban adalah kita - kita, saya, kamu dan kita semua bangsa Indonesia. Untuk itu jangan sekali - kali menganggap pelaku korupsi sebagai korban apapun Alasannya.Maka dari kita sepakat TIADA MA'AF BAGI KORUPTOR dan KORUPSI MUSUH BERSAMA BANGSA INDONESIA.

Masihkah kita mau memilihnya....? Jawabnya ada di hati anda masing-masing ...!!!

Setiap sudut Bangsa ini penuh dengan selogan anti korupsi..... jangan sampai kita membukakan pintu bagi koruptor karena memilih mereka ( mantan Narapidana korupsi - red ) sama saja membuka pintu bagi mereka untuk korupsi. Bukan pula berarti yang belum pernah di hukum karena korupsi di jamin tidak korupsi belum tentu juga, coba kita renungkan baik - baik sedangkan yang belum pernah korupsi tidak bisa dijamin dia tidak korupsi apalagi yg pernah korupsi jelas lampu merah itu.

Jangan sampai kita terjebak dalam program pro rakyat, yang di gadang - gadang oleh partai politik bisa mensejahterakan masyarakat dengan teori - teori juru kampanye sehingga kita orang awam di hadapkan dengan pilihan Sulit. Pilih an  pertama (1)  " Calon yang berpengalaman dengan tawaran program yang menjajakan jika perlu di kemas dengan Agama Namun Cacat Moral dan Mantan Narapidana korupsi."
Pilihan kedua ( 2)  Calon yang bersih, jujur, dan amanah di lihat dari rekam jejaknya. Namun tidak menjanjikan dan di gadang - gadang tidak pro rakyat. Maka dari itu kita masyarakat harus cerdas memilih dan hindari pemimpin yang bermental korup.

PEMERINTAH Selalu menina bobokkan kita dengan pernyataan dan seruan pemberantasan korupsi sampai ke akarnya - akarnya namun itu Sebatas selogan saja pemerintah kita nilai tidak serius memberantas korupsi.
Saya, anda, dan kita semua harus berbuat dengan apa yang bisa kita buat untuk memberantas korupsi. Menurut pemikiran saya memberantas korupsi peting Namun lebih penting MENCEGAH lewat cara memilih Pemimpin yang tidak berpotensi Korupsi apa lagi mantan Narapidana korupsi dan pilih lah Rekam jejaknya yang baik.

Kesimpulan dalam tulisan ini kita sepakat korupsi musuh bangsa dan musuh setiap warga negara Indonesia, dan saya mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk memerangi korupsi siapapun pelakunya. Dan menyarankan untuk Tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada kepada orang yang terinspirasi korupsi di dalam bidang apa saja khusus di pemerintahan.JANGAN BERI KESEMPATAN KEPADA MANTAN KORUPTOR MEMIMPIN DAERAH 

*Puisi...*

KORUPSI PENYAKIT YANG MEMATIKAN BAGI SEBUAH NEGARA, MAKA DARI ITU KORUPSI MUSUH BANGSA INDONESIA YANG HARUS KITA LAWAN BERSAMA.


Sa'at kita berteriak anti korupsi di seluruh penjuru tanah air dengan gegap gempinta menyerukan " Indonesia darurat korupsi " kita melihat lukisan - lukisan indah penuh Makna yang sangat memilukan hati.

Dimana para mantan Narapidana korupsi, berlomba - lomba dengan bebas mencalonkan diri sebagai kepala daerah, entah itu gubernur, entah itu bupati dan walikota, seolah - olah mereka tanpa dosa.

Sedangkan kita semua tahu mereka itu mantan Narapidana korupsi, mereka dengan nyata pernah mengkhianati bangsa dan negara kita. Kenapa dia bisa dengan bebas mencalonkan diri tanpa seleksi moral dari KPU. atau KPU jaringan yang mereka bangun.....?

Mereka mantan Narapidana korupsi pernah mengkhianati kepercayaan kita sebagai masyarakat masih pantaskah mereka kita pilih....???
Jawab nya ada pada diri kita masing-masing.

Pertanyaan kedua Pantas kah...? Layak Kah... ? Dan patut kah...? Seorang yang rekam jejaknya seorang koruptor jadi pemimpin.

"" Jawabnya Jelas sekali tidak. ""

Coba kita gunakan akal sehat kita, Mereka ( mantan Narapidana korupsi - red ) beaksi diatas panggung politik di sambut ribuan tepuk tangan layaknya artis atau aktor film layar lebar atau penceramah kondang yang suci padahal Meraka kotor menjijikan bagi kita rakyat yang mengerti bahanya penyakit ganas dan menular Namanya " korupsi " sedang mengerogoti sendi- sendi bangsa Indonesia.

Lama kelamaan bisa meruntuhkan negara kita, mari kita renungkan sejenak dengan akal Jangan pilih koruptor
mereka penghianat bangsa

By: dian burlian


×
Berita Terbaru Update